nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Syekh Sudais: Serangan ke Bandara Abha Aksi Teror yang Tidak Dapat Ditoleransi

Hantoro, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 13 18 2065913 syekh-sudais-serangan-ke-bandara-abha-aksi-teror-yang-tidak-dapat-ditoleransi-GDWE7LdSgZ.jpg Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Dr Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al Sudais. (Foto: Ist)

JAKARTA – Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Dr Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al Sudais mengecam keras serangan teroris yang dilakukan kelompok Al Houthi yang menyasar Bandara Internasional Al Abha yang digunakan ribuan orang sipil dari warga negara Arab Saudi maupun ekspatriat dari berbagai bangsa. Serangan itu pun menimbulkan sejumlah korban.

(Baca juga: Rudal dari Yaman Hantam Bandara Saudi, Lukai 26 Orang)

Syekh Sudais mengatakan serangan teroris yang dilancarkan kelompok Al Houthi, sebagaimana diakui dan diumumkan melalui media massa mereka, merupakan pengakuan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas sasaran dan korban sipil yang dilindungi secara khusus oleh perundang-undangan dunia.

Presiden Dua Masjid Suci Syekh Dr Abdurrahman bin Abdulaziz al Sudais. (Foto: Ist)

Syekh Sudais menuturkan, aksi agresif ini menunjukkan kerusakan akhlak dan keburukan niat mereka, juga menyingkap rencana-rencana hina mereka untuk mengincar orang-orang sipil. Ini merupakan sebuah pelanggaran dan pelecehan terhadap semua nilai, peraturan dan konsensus internasional.

(Baca juga: Syekh Abdurrahman Al Sudais Kutuk Serangan 2 Misil ke Arab Saudi)

"Aksi teror agresif yang rendah ini tidak mungkin datang dari orang yang beragama atau membela sebuah prinsip, tidak ditoleransi oleh syariat, adat, atau norma apa pun. Itu tak lain merupakan perusakan di muka bumi, terorisme yang penuh dosa dan kriminalitas yang buruk," tegas Syekh Sudais dalam keterangannya, Kamis (13/6/2019).

"Kejahatan-kejahatan teroris ini semakin memperkuat tekad para pasukan kita untuk menjaga negeri dan penduduknya, juga menjaga kiblat kaum Muslimin dari siapa pun yang berniat merusak Kerajaan Arab Saudi," jelas Syekh Sudais.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini