Ketua Umum Partai Demokrat Susio Bambang Yudhoyono (SBY), menyinggung konflik yang terjadi di Golkar dan PPP. Dia pun menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak mengganggu partai politik saat berkuasa.
"Waktu saya jadi presiden, tidak pernah mengganggu partai politik lain meskipun ada yang menetang saya. Hormatilah mereka (partai politik), tidak ada niat apalagi tindakan untuk intervensi," ungkap SBY usai menghadiri acara Silaturahim Nasional II Forum Komunikasi dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD), di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Kamis 16 April 2015.
Dia pun sempat mengomentari pernyataan sang anak Edhie Baskoro (Ibas) yang meminta kepada Presiden Jokowi agar Partai Demokrat yang akan melangsungkan kongres pada Mei 2015 tidak "digolkarkan".
Penyataan SBY soal Jokowi Naikkan Harga BBM
Sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terlebih dulu menelefon mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kejadian itu terungkap setelah SBY berkicau di akun Twitter miliknya, @SBYudhoyono.
"Saya terima banyak pertanyaan/mentions dari publik soal kenaikan BBM. Kebetulan pukul 08.10 malam ini saya terima telefon dari Wapres @Pak_JK . *SBY*," tulisnya, Senin 17 November 2014 malam.