"Namun nyatanya, bangunan banyak rusak, padahal baru setahun beroperasi. Tempat tidur rusak dan plafon runtuh. Mesin Anastesi untuk memonitor stabil tidaknya kondisi pasien, juga sudah rusak padahal baru tiga bulan digunakan," terangnya.
Aksi para pekerja rumah sakit membuat pelayanan terganggu. Pasalnya, mereka hanya melayani pasien yang sudah dirawat. Imbas lainnya, pasien yang sudah diperbolehkan pulang tidak bisa meninggalkan rumah sakit karena tidak ada pegawai yang melayani proses administrasi.
"Seharusnya saya sudah pulang tapi masih tertahan," tutur Sodik (39), pasien kecelakaan lalu lintas yang dirawat di ruang bedah Ar Rahman, lantai 2 RS Haji.
(Risna Nur Rahayu)