JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan reshuffle kabinet akan dilakukan guna meningkatkan kinerja. Rencana JK tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan politik.
Pengamat politik AS Hikam memperkirakan, partai politik, baik dari oposisi maupun pendukung pemerintah akan bereaksi terhadap rencana reshuffle kabinet Jokowi. Hal itu bisa menimbulkan masalah baru.
“Apa lagi jika ada politikus asal partai pengusung yang diberhentikan dari jabatannya. Itu akan jadi permasalahan,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (5/5/2015).
AS Hikam menambahkan, kegaduhan akan bertambah jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan politikus Golkar dan PPP dalam kabinetnya. Situasi politik bisa lebih kacau karena dua partai itu sedang mengalami konflik kepengurusan.