Oleh karena itu ia menyarankan, dalam reshuffle nanti, Jokowi tidak mengeluarkan menterinya dari kabinet. Namun, hanya sebatas pergeseran posisi ke kementerian lain.
“Jadi, reshuffle ini bisa dijadikan sebagai evaluasi kinerja. Semua menteri yang tidak cocok di posisinya sudah pas dirotasi,” ucapnya.
Menurut AS Hikam, saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberhentikan menteri. Masa enam bulan pemerintahan dinilai sebagai tahap konsolidasi. Setahun kemudian tahap pematangan pemerintahan. Lalu dua tahun berjalan, reshuffle baru tepat dilakukan. Saat itu, kinerja baru bisa dinilai.
“Sekarang bagaimana mau reshuffle. Kementerian Koordinator Maritim saja kekurangan SDM. Kantornya hasil pinjam. Ini kan masih tahap konsolidasi,” pungkasnya.
(Abu Sahma Pane)