Sebelumnya, PM Netanyahu terancam gagal untuk membentuk pemerintahan baru usai Ketua Partai Yisrael Beitenu, Avigdor Lieberman, mengundurkan dari koalisi pemerintahan. Padahal batas waktu untuk membentuk pemerintahan adalah Rabu, 6 Mei 2015.
Kini jumlah kursi di parlemen anggota koalisi PM Netanyahu berjumlah 61. Jumlah ini cukup untuk membentuk pemerintahan karena total anggota Parlemen berjumlah 120 orang.
PM Netanyahu akan menghadapi tugas yang berat, mengingat proses perdamaian di Palestina belum selesai. Selain itu, Israel kini dihadapkan kepada merosotnya tingkat pertumbuhan ekonomi dan kasus rasisme yang masih dijumpai di Negeri Yahudi tersebut.
(Pamela Sarnia)