MEDAN - Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, AKP Rosyid Hartanto, akhirnya memaparkan kronologi penggerebekan pesta narkoba di kamar 603, Hotel Grand Kanaya, Medan hingga melompatnya Adelia Frisa (28) dari lantai enam hotel.
Rosyid memaparkan, penggerebekan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan pesta sabu-sabu di kamar 603. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan membagi anggota dalam dua tim.
"Setelah kami mendapat informasi, lalu turun ke lokasi kejadian dengan membagi dua tim. Satu tim berjaga di bawah dan satu tim lagi berjaga di depan kamar," aku Rosyid.
Namun sebelum tim sampai di kamar 603, polisi melihat dua pria yakni Dony Satria (38), warga Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, dan Adrian Siahaan (21), warga Jalan Gurilla, keluar dari kamar tersebut menuju lift.
"Keduanya langsung kami amankan, namun saat diperiksa tidak ditemukan barang bukti. Ketika diinterogasi, Dony mengaku baru saja berpesta sabu di kamar 603 bersama Adrian dan Adelia. Adrian ini adalah sepupu Adelia," ungkapnya.
Selanjutnya, polisi membawa dua pelaku menuju kamar dan meminta mereka mengetuk pintu kamar 603 tersebut. Namun tak ada jawaban dari dalam kamar, sehingga polisi memanggil resepsionis untuk membuka pintu kamar tersebut.
Setelah pintu dibuka, sambungnya, tidak terlihat Adelia Frisa di dalam kamar. Kamar dalam keadaan kosong dengan kondisi jendela terbuka. Pihaknya lalu mendapat informasi dari tim yang berjaga di bawah, Adelia lompat lewat jendela hingga akhirnya tewas.
"Dugaan kami, Adelia bingung dan ketakutan karena ada saksi yang melihat Adelia mondar- mandir di depan jendela sebelum akhirnya jatuh," ujar Rosyid. [Baca: Kesaksian Warga Sebelum Adelia Frisa Jatuh dari Lantai 6]
Meski tak mendapatkan seorang pun di dalam kamar, Rosyid mengaku, timnya menemukan barang bukti tiga klip plastik sisa sabu, satu set alat isap sabu, senjata replikasi jenis airsoft gun dan pisau lipat dari para tersangka.
"Kami juga menangkap satu rekan Adelia lainnya bernama M Fadli (19), beberapa jam setelah kejadian itu. Fadli ditangkap saat memasuki hotel dan rencananya akan mengantarkan satu paket sabu yang dipesan tersangka Donny," ungkap Rosyid.
(Risna Nur Rahayu)