Tantangan Santri di Era Modern

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Sabtu 09 Mei 2015 17:01 WIB
Tantangan Santri di Era Modern (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Santri merupakan bagian dari faktor utama pendidikan Islam yang sangat mewarnai perjalanan Indonesia dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Pendidikan yang khas diperoleh dari Pondok Pesantren karena mempunyai nilai strategis dalam mewujudkan program-program pemerintah.

Pada masa kemerdekaan, santri menjadi harapan perjuangan bangsa melepas dari belenggu penjajahan. Banyak Pondok Pesantren menjadi pos-pos pejuang dalam menyusun strategi hingga penyerangan bahkan menjadi balai pengobatan bagi yang terluka.

"Keberadaannya menjadikan banyak orangtua menaruh perhatian khusus bagi putra-putrinya untuk dititipkan di Pondok Pesantren," ungkap tim monitoring Kementerian Agama, Edy A Effendi, Sabtu (9/5/2015).

Dia menambahkan, masa kini setelah kemerdekaan santri mendapat tantangan yang cukup membuat eksistensinya terpinggirkan. Masyarakat mulai menilai pendidikan keagamaan menjadi bukan hitungan pertama.

Menurutnya, pengaruh kehidupan matrealistis dan hedonis merupakan hal populer sebagai tujuan hidup menggeser pendidikan sekuler menjadi prioritas. Prospektif pendidikan keagamaan terpojokkan dengan sendirinya oleh berbagai profesi yang menghambat laju produktifitasnya.

"Beberapa profesi strategis yang tidak berafiliasi dengan karakteristik santri, sangat terbuka menolak ijazah-ijazah keagamaan yang notabene berlatar belakang santri pondok pesantren dari dunia kerja. Masyarakat mulai menganggap pendidikan pesantren sudah tidak sesuai dengan kebutuhan hidup masa sekarang," paparnya.

Beberapa pondok pesantren, lanjutnya, beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan, di antaranya membangun lembaga pendidikan formal. Hal tersebut diharapkan bisa membawa nama santri kembali harum dengan pengetahuan sains dan teknologi sebagai bekalnya.

"Walaupun sebagian masih mempertahankan nilai-nilai klasik kepesantrenan, seperti Pondok Pesantren Muadalah (PPM) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS)," sambungnya.

Kebutuhan santri akan sains dan teknologi menjadi harapan baru bagi Indonesia tanpa melepaskan nilai-nilai kepesantrenan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Hal tersebut tentu dapat menjadi pondasi dalam menjawab tantangan masa depan santri bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran santri masa dulu, sekarang, dan mendatang sebagai mitra pemerintah menjadi kebutuhan dalam memupuk generasi negeri unggul, generasi yang mempunyai karakter santri berpendidikan dan berpendidikan santri.

Dengan dukungan masyarakat dan semua pihak Kementerian Agama Republik Indonesia, Insya Allah siap mewujudkan Indonesia lebih berprestasi

Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) merupakan program afirmatif pendidikan kerjasama antara Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, dan diperuntukan bagi santri berprestasi diseluruh Indonesia.

Tahun 2005 menjadi awal PBSB dikenalkan kepada masyarakat dengan bermitra dua perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidyatullah Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sampai Tahun 2014 PBSB Kementerian Agama RI telah bekerjasama dengan 17 (tujuh belas) Perguruan Tinggi Mitra, dan seiring apresiasi, tanggapan, serta harapan masyarakat hingga tokoh nasional atas manfaatnya program ini menjadi unggulan hingga sekarang.

Pada 2014 Kementerian Agama telah menyalurkan beasiswa sebanyak 1923 santri PBSB dengan dua kategori. Pertama, berkategori reguler yaitu beasiswa S1 santri berpresatsi berkelanjutan selama delapan semester di berbagai program studi Teknologi maupun Sains, dan tambahan maksimal empat semester bagi studi profesi seperti Kedokteran, Kedokteran Hewan, Keperawatan, dan Farmasi.

"Kedua, bertujuan khusus yaitu beasiswa santri berpresatsi yang sedang menuntut ilmu S1 dan bersifat insentif tidak berkelanjutan pada perguruan tinggi berbasis pondok pesantren," tuturnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya