Sikap-Sikap Kontroversi Sultan HB X

, Jurnalis
Selasa 12 Mei 2015 15:55 WIB
Sikap kontroversi Sri Sultan HB X (Foto: KRJogja.com)
Share :

2008: Pada tanggal 28 Oktober 2008, menyatakan siap dicalonkan sebagai Presiden. Meski gagal menjadi calon presiden, namun langkah ini semakin menekan Presiden SBY untuk segera membahas UU Keistimewaan DIY.

2010: Terjadi peristiwa yang membuat HB X dan Keraton Yogyakarta mendapat simpati yang luar biasa setelah Presiden SBY menyatakan bahwa Yogya monarkhi. Pernyataan tersebut dipicu alotnya pembahasan UUK DIY, terkait pengisian jabatan Gubernur DIY. Sultan waktu itu menyatakan bahwa pengisian jabatan Gubernur DIY meski berasal dari Kasultanan tetap melalui proses demokratis dan bukan menjalankan prinsip monarkhi.

2015: Setelah diterapkan UUK No 13/2012, Sultan mengeluarkan Sabdaraja tanggal 1 Mei 2015 dan Dhawuhraja tanggal 5 Mei 2015 yang mengganti gelar dan juga menetapkan putri pertama, GKR Pembayun menjadi putri mahkota dan bergelar GKR Mangkubumi. Sultan menyatakan langkah tersebut untuk menjaga eksistensi keraton menghadapi perubahan zaman. Sejauh ini belum diketahui dampak positif lanjutan dari sikap Sultan. Namun yang jelas, Keraton kembali mendapat perhatian nasional.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya