BOGOR - Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah menyesalkan kejadian penelantaran anak kandung yang dilakukan oleh salah satu dosennya, Utomo Permono (45).
Ketua STT Muhammadiyah, Firmasyah Azharul mengaku terkejut mendengar kabar salah satu dosennya terlibat kasus penelantaran anak. Sebab, sejauh ini ia mengenal Utomo berkelakuan baik.
"Pihak sekolah sangat terkejut dan sangat menyesalkan yang menimpa keluraganya. Kami hanya bisa berdoa, agar semuanya bisa selesai," ungkap Firmansyah, Sabtu (16/5/2015).
Dia melanjutkan, Utomo telah menjadi dosen sejak 2013 dengan mengajar dua mata kuliah yakni Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia, di Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri. Lalu, saat penerimaan pengajar, seleksi mengajar di Muhammadiyah sangat ketat dan selalu mengedepankan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.