Dana Dipotong, Anak-Anak Pengungsi Rohingya Putus Sekolah

Salviah Ika Padmasari, Jurnalis
Senin 25 Mei 2015 23:33 WIB
Ilustrasi (Reuters)
Share :

MAKASSAR – Para pengungsi Rohingya bermimpi juga bisa hidup normal selayaknya menusia biasa. Meski statusnya hanya pengungsi bukan warga negara tetap, mereka berharap bisa bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Setidaknya anak-anak yang masih belia bisa mengecap pendidikan.

Sebagaimana yang dirasakan pengungsi muslim Rohingya yang ditampung di Wisma Budi di Jalan Harimau No 7, Kelurahan Maricayya, Makassar. Meski sudah kurang lebih berada di Makassar, para pengungsi Myanmar tidak bisa berbuat banyak karena ada aturan yang mengikatnya yakni tidak diperbolehkan bekerja.

Memang ada dana yang diberikan per jiwa per bulan dari organisasi yang menanganinya yakni International Organization Migration (IOM) sebesar Rp 1.250.000. Lalu uang makan, pengobatan dan uang penginapan wisma ditanggung IOM tetapi itu belumlah cukup. Setidaknya untuk biaya sekolah anak-anak. Mereka juga tidak berharap lebih tetapi paling tidak pendidikan anak-anak bisa terpenuhi karena untuk bekerja menutupi kebutuhan sekolah juga tidak diperbolehkan.

Tak pelak lima anak-anak pengungsi Rohingya yang ada di Wisma Budi putus sekolah. Itu juga dikarenakan dana perbulan anak-anak dipotong. Awalnya, oleh IOM, bantuan dana perbulan untuk semua pengungsi mulai dari usia nol atau anak-anak hingga dewasa diberi Rp 1.250.000. Tetapi saat ini ada pemotongan. Untuk anak-anak 0-16 tahun hanya diberi Rp 500 ribu per jiwa per bulan.

Lima anak-anak itu masing-masing Habibah, (9) putri dari Mohammad Syarid. Lalu empat lainnya putri dari ibu Hasinah masing-masing Mohammad Azis (16), Nur Azizah (14), Mohammad Syahi (11) dan Nur Syaidah (8).

Haji Mohammad Thoyib (45), salah seorang pengungsi yang dituakan saat ditemui di Wisma Budi, Senin, (25/5/2015) menjelaskan, di antara anak-anak ini awalnya belajar di SD Mamajang II atas biaya IOM tetapi rupanya anak-anak tidak merasa nyaman sekolah di tempat itu karena kerap menjadi sasaran usil teman-temannya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya