“Satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah anak-anak saya. Saya tak percaya dia meninggalkan dua anak ini. Sebelum dia pergi, saya bicara padanya soal postingan ekstremnya di Facebook. Saya katakan ini ekstrem, bodoh. Saya ingatkan dia tentang dengan siapa dia bergaul,” ungkap mantan suami Milovanov, seperti dikutip Russia Today, Rabu (27/5/2015).
Kabar ini sendiri dilaporkan telah membuat salah seorang anggota parlemen Australia, Michael Keenan gusar. Dalam sebuah pernyataan, dirinya mengaku bingung tentang motivasi seseorang untuk meninggalkan kehidupannya, dan bergabung dengan ISIS.
“Laporan ini jelas sangat mengganggu. Ini membuat Anda bertanya-tanya apa yang memotivasi seseorang untuk melakukan hal itu,” ujar Keenan dalam pernyataannya.
(Hendra Mujiraharja)