“AS telah berkomitmen untuk membantu negara-negara yang mau menampung imigran Rohingya,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah AS melalui Angkatan Laut akan melakukan patroli di sepanjang Selat Malaka untuk mencari pengungsi Rohingya yang masih terombang-ambing di lautan.
Anne mengaku jika AS telah mengadakan komunikasi dengan Pemerintah Myanmar untuk membahas permasalahan ini. Tetapi, Negara Paman Sam tersebut tidak menjamin apakah Myanmar bersedia menerima kembali Rohingya ke negaranya.
Diperkirakan, masih ada ribuan pengungsi Rohingya yang masih terombang-ambing di lautan. Mereka terpaksa meninggalkan Myanmar karena politik diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah di sana.
(Muhammad Saifullah )