Kapten Kapal Bintang Timur Jadi Target Penyelidikan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 03 Juni 2015 21:44 WIB
Tim penyelamat berusaha mencari korban kecelakaan Kapal Bintang Timur di Sungai Yangtze. (Foto : Reuters)
Share :

BEIJING – Penyelidik memusatkan perhatian mereka kepada kapten Kapal Bintang Timur yang tenggelam di Sungai Yangtze Senin 1 Juni 2015. Saat tenggelam kapal nahas tersebut membawa 458 penumpang yang sebagian besar, sampai saat ini masih belum ditemukan.

Kapten Zhang diketahui selamat dari kecelakaan tersebut dan saat ini ditahan oleh pihak kepolisian setempat. Meski ditahan, dia masih belum dituduh melakukan kejahatan apa pun.

Zhang adalah seorang kapten kapal yang memiliki pengalaman selama lebih dari sepuluh tahun. Selama tujuh atau delapan tahun dia telah melayari rute antara Kota Chongqing dan Nanjing yang juga menjadi rute di mana Kapal Bintang Timur terbalik Senin lalu.

Tiga tahun sebelum kecelakaan ini terjadi, sang kapten menerima penghargaan dari Pemerintah China atas jasanya menyelamatkan orang tua yang mengalami serangan asma. Dia juga dikenal sebagai seorang kapten yang efektif, yang menerima penghargaan ‘pegawai istimewa’ dari Chongqing Eastern Shipping Corporation, tempatnya bekerja, tahun lalu.

“Dia adalah orang yang baik. Saya rasa ada alasan objektif yang menjadi penyebab kecelakaan,” kata seorang pensiunan kapten kapal Kargo teman Zhang, Zhao Chunyuan, seperti dikutip Reuters, Rabu (3/6/2015).

Pendapat dari publik di China sendiri terpecah mengenai apakah Zhang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut atau tidak. Beberapa pihak mengatakan tidak seharusnya sang kapten dijadikan ‘kambing hitam’ atas musibah yang terjadi. Namun, di pihak lain, keluarga para korban mempertanyakan mengapa kapal itu tetap berlayar dalam cuaca buruk.

Pria berusia 51 tahun tersebut dapat dinyatakan bersalah dan dapat dipenjara jika terbukti meninggalkan kapal, karena hukum di China sangat ketat dan mengharuskan kapten kapal menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi kecelakaan.

Hingga saat ini, sedikitnya 20 mayat korban kecelakaan Kapal Bintang Timur telah ditemukan sedangkan lebih dari 400 orang masih hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Istri Zhang diketahui juga bekerja di kapal tersebut, namun tampaknya ia merupakan salah satu korban yang masih belum ditemukan.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya