JIANLI – Sebuah kapal pesiar tenggelam di Perairan Yangzte. Sejumlah keluarga korban penumpang kapal itu melakukan aksi protes di lokasi tenggelamnya kapal.
Puluhan orang menerobos penjagaan polisi di Jianli, Provinsi Hubei. Mereka menuntut informasi yang lebih terbuka dari pemerintah. Media mengatakan, kini 65 orang dilaporkan tewas ketika Kapal Bintang Timur tenggelam pada Senin 2 Juni 2015, malam waktu setempat.
“Ini memang tidak akan berguna. Namun, kami melakukan protes ini agar dilihat pihak pemerintah,” kata Wang Feng, koordinator pendemo, seperti diberitakan BBC, Kamis (4/6/2015).
Tim penyelamat mulai memotong lambung kapal yang terbalik sehingga penyelam dapat mencari para korban yang masih terjebak di dalam. Namun, muncul kekhawatiran hal ini akan membuat air semakin banyak masuk ke dalam kapal. Tentu, ini menyebabkan kapal semakin tenggelam.
Sebelumnya, para penyelam yang bertugas sepanjang malam menemukan 39 jenazah. Sejauh ini, hanya 14 orang yang berhasil selamat dari kecelakaan itu, bukan 20 seperti yang diberitakan sebelumnya. Petugas belum menemukan korban yang selamat lagi. Namun, mereka tentu tidak akan menyerah.
"Kapal itu tenggelam dalam waktu yang sangat singkat, sehingga masih bisa udara yang terjebak di lambung," kata Li Qixiu dari Naval Universitas Jurusan Teknik.
(Hendra Mujiraharja)