Tragedi tersebut kemudian dicoba untuk direka ulang oleh Museum Arkeologi Nasional Naples di Italia. Bagi petugas museum, mengawetkan dan mengembalikan patung jenazah menjadi pengalaman menguras perasaan.
"Meski peristiwa ini telah terjadi 2.000 tahun lalu, dapat terlihat peristiwa ini dialami oleh seorang anak laki-laki dengan ibu dan keluarganya. Ini adalah arkeologi manusia, tidak hanya sekadar arkeologi," kata konservator museum, Stefania Giudice, seperti dilansir News.com.au, Sabtu (6/6/2015).
"Perasaan kami tersentuh ketika mengerjakan patung jenazah ini, terutama saat kami menambahkan plester pada jenazah-jenazah itu," tutur Giudice.
Museum Arkeologi Nasional Naples telah memulihkan seluruh patung kelurarga sang anak laki-laki dan 82 patung warga Pompeii lainnya. Seluruh patung tersebut menjadi fokus utama pameran Amphiteatre of Pompeii yang akan dibuka akhir pekan ini.
(Pamela Sarnia)