Termasuk di saat sosok Soeharto tak lagi dihujat, orang-orang yang dahulunya menghilang, satu persatu bermunculan. Bahkan, Kiswadi mensesalkan banyaknya klaim dari orang-orang yang dulunya menghilang mengaku kalau dialah yang berjasa mempertahankan agar nama pak Harto tidak dihujat.
Dari putra-putri Pak Harto sendiripun sempat ada yang mempermasalahkan kepada dirinya yang berani menggunakan nama keluarga Soeharto. Kemudian meminta agar yayasan yang didirikannya untuk dibubarkan namun permintaan itu secara tegas ditolaknya.
Menurut Kiswadi, meski dirinya memang tidak ada hubungan keluarga atau kerabat dengan Keluarga Cendana, tapi tak ada hak bagi keluarga untuk melarang warganya untuk menganggumi sosok Soeharto. Sebab, sadar akan adanya provokasi dari pihak ke tiga terhadap Keluarga Cendana, maka Kiswadipun merubah nama yayasannya menjadi Yayasan Keluarga Besar Indonesia (YKBSI).
"Saya berjuang agar Pak Harto dianugrahi gelar pahlawan bukan mengharapkan imbalan apa pun dari anak-anak Pak Harto. Ini murni keinginan dari para pengagum Soeharto. Dan sampai kapan pun saya akan berjuang. Kalau ada yang meragukan, saya berani berdebat dengan para peragu terhadap sosok Soeharto," pungkasnya.
(Carolina Christina)