SOLO – Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto berharap DPR RI bisa segera mengesahkan pengajuan calon panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa pensiun.
Menurut Andi, pengajuan nama Jenderal Gatot sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden sudah final. Bahkan, ungkap Andi, pengajukan nama Jenderal Gatot kepada pihak DPR RI sudah mengacu pada Undang-Undang TNI.
"Apalagi yang mau dibahas? Bukankah sudah dicalonkan dan diputuskan bahwa calonnya adalah Pak Gatot, sesuai UU TNI. Maka, sekarang berharap DPR segera berikan persetujuan," ungkap Andi sebelum menemui Presiden Jokowi di kediamannya, Jalan Kutai Utara RT 08 RW 07 Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2015).
Andi mengungkapkan, kedatangannya kali ini bukan untuk membahas pencalonan Jenderal Gatot sebagai calon Panglima TNI. Namun, kedatangannya bersama Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan ini merupakan kegiatan rutin setiap hari.
Andi bersama Luhut sengaja menemui Presiden di kediamannya karena selama prosesi pernikahan Gibran, Jokowi tidak mengambil cuti dan memutuskan berkantor di Solo. Karena itu, briefing harian yang biasa dilakukan di Istana Negara sementara dilakukan di kediaman pribadi Presiden di Solo.
Andi mengungkapkan, kedatangannya ini terkait beberapa isu nasional dan beberapa draf regulasi yang harus disampaikan kepada Presiden.
"Tugas saya mulai perpres sampai keppres. Selain itu juga ada sejumlah dokumen titipan Mensesneg. Lalu, membicarakan jadwal kerja Presiden pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan pekan depan," paparnya.
Ketika ditanya mengenai dokumen yang akan disampaikan ke Presiden, Andi enggan menjawab. "Bawa dokumen, ini jadwal ngantor," jawabnya singkat. (fal)
(Syukri Rahmatullah)