JAKARTA - AS melakukan penipuan dengan berkedok mualaf palsu dengan cara memasang wajah memelas agar dikasihani. Masjid Jami Yarsi menjadi korban penipuan AS pada Selasa 23 Mei 2015.
Imam Masjid Jami Yarsi, H. Uun Munir menjelaskan, pelaku juga menggunakan kata-kata yang mengandung simpati.
"Dia bilang sudah 10 hari tidur di halte busway dan malam harinya mendapat mimpi untuk masuk Islam," tutur H. Uun Munir saat ditemui di Masjid Jami Yarsi, Rabu (24/6/2015).
Namun setelah diislamkan di Masjid Jami Yarsi pelaku meminta uang untuk menekuni Islam di pesantren.
"Pas mau pulang pelaku kembali meminta duit sebesar Rp750 ribu untuk masuk pesantren di daerah Binjai," tutupnya.
(Susi Fatimah)