Warga Myanmar Khawatir Penyebaran Sentimen Anti-Muslim

, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2015 14:21 WIB
Ashin Wirathu, Biksu yang Turut Menyebarkan Sentimen Anti-Muslim (Foto: Pikiran Rakyat)
Share :

“Saya tidak pernah membeda-bedakan dalam mengajar. Saya seorang guru, jadi bagi saya semua orang itu sama. Tak penting agamanya apa, situasi seperti itu malah akan memperburuk kondisi di Myanmar,” kata Tun.

Data resmi menyebutkan jumlah Muslim di Myanmar mencapai 4 persen dari total populasi yang mencapai lebih dari 51 juta orang, tetapi sejumlah perkiraan menyebutkan jumlah Muslim di negara itu mencapai 10 persen.

Sentiman Anti muslim dan Rohingya mulai gencar dilakukan terjadi sejak rezim militer berkuasa di negara tersebut.

Sejak tiga tahun terakhir pula, kekerasan terhadap kelompok minoritas Muslim terjadi di sejumlah tempat, dimulai di Mandalay, Laisho, Meiktila dan sempat menyebar ke pinggiran kota Yangon.

Sementara ribuan etnis Rohingya Muslim dari Rakhine mengungsi akibat kekerasan. Mereka sempat terdampar di laut dan ditolak masuk ke sejumlah negara, tetapi kemudian Indonesia dan Malaysia bersedia menampung sekitar 3.000 orang etnis Rohingya Muslim.

Pemimpin organisasi agama Budha Ratana Metta, Mynt Swe menyatakan sebagian besar Biksu Budha tidak mendukung kampanye anti Muslim tersebut dan menyakini adanya latar belakang politik dalam isu anti Muslim di Myanmar.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya