Diakui dirinya, setiap tahunnya dirinya memang tidak pernah meninggalkan pekerjaannya untuk mudik lebaran seperti kebanyakan orang diluar intansinya yang sangat ramai. "Sebagai polisi kita memang selalu memposisikan diri ditengah masyarakat entah mereka dalam keadaan senang maupun duka," ujarnya.
Namun demikian, polisi yang memiliki kampung halaman di Bandar Lampung ini pun tetap punya keinginan mudik untuk berkumpul dengan keluarga ataupun merasakan kampung halamannya. "Kalau dibilang mau mudik jelas ada. Tapi mungkin tidak saat dalam tugas melainkan nanti jika ada waktu yang pas hingga situasi aman dan terkendali," tuturnya.
Beruntungnya, kata dia, keluarganya termasuk istrinya memahami soal kerja sebagai polisi termasuk orangtuanya yang tinggal di Bandar Lampung. "Mereka ngerti. Bahkan orangtua yang lebaran disini sudah dua tahun ini," katanya.
Sementara itu, sebagai seorang pimpinan di wilayahnya tugas yang dijalankannya itu adalah sebagai pengendali lapangan guna memastikan seluruh anggotanya bertugas dilapangan. "Sebagai pengendali kita sudah semestinya dilapangan. Kalau tidak ada takut anggota pun mencontohnya," kata pria yang saat ini berusia 32 tahun.
Dijelaskan dirinya, saat ini pihaknya menfokuskan pekerjaannya pada sektor aksi kejahatan pencurian rumah kosong dan juga jalan raya yang digunakan pemudik.