PM Inggris Dukung Indonesia Lawan Islam Ekstrem

, Jurnalis
Minggu 26 Juli 2015 14:17 WIB
Perdana Menteri Inggris David Cameron Rencananya Akan Bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Foto: AFP)
Share :

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron berencana untuk menawarkan dukungan kepada Indonesia dan Malaysia dalam menangani Islam ekstrem. PM Cameron dijadwalkan akan tiba di Indonesia hari Senin 27 Juli 2015 dalam rangka kunjungan kerja untuk memperkuat kerja sama perdagangan kedua negara.

Kunjungan Cameron akan berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan ISIS membuka cabang di kedua negara tersebut. David Cameron mengatakan "teroris brutal" hanya akan dikalahkan jika negara-negara bersatu melawan "musuh bersama" mereka.

Perdana menteri Inggris tersebut dijadwalkan akan berada di Asia selama empat hari, dan dalam kesempatan tersebut akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Indonesia akan menjadi negara pertama yang dia kunjungi, namun Cameron juga rencananya akan berkunjung ke Malaysia untuk membahas hal yang sama.

Saling membantu

Pemerintah Inggris memperkirakan sekira 500 orang dari Indonesia dan 200 dari Malaysia telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. David Cameron mengungkapkan bahwa dia "tertarik untuk meninjau lebih lanjut" kemungkinan Inggris dapat menawarkan dukungan kontra-terorisme yang lebih praktis untuk kedua negara, seperti menghancurkan pejuang ISIS dari negara barat, menyelidiki adanya kemungkinan serangan teror dan meningkatkan keamanan penerbangan.

Sebagaimana dilansir BBC, Minggu (26/7/2015), menjelang keberangkatannya ke Indonesia, Cameron menyatakan ISIS sebagai salah satu ancaman terbesar yang dunia pernah hadapi.

Cameron juga berencana untuk belajar dari Indonesia dan Malaysia dalam cara mereka menanggulangi ideologi ekstremis dan mendorong toleransi, agar melihat apakah Inggris bisa mengikuti pendekatan kedua negara tersebut.

(Pamela Sarnia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya