Pelarangan Komik Death Note di China Picu Kontroversi

Pamela Sarnia, Jurnalis
Senin 27 Juli 2015 09:05 WIB
Pelarangan Komik Death Note di China Picu Kontroversi (Foto: Weibo)
Share :

BEIJING - Manga atau komik asal Jepang berjudul Death Note menjadi perbincangan hangat di media sosial China dan terus menarik perhatian netizen. Padahal, Pemerintah China telah mengeluarkan larangan atas komik tersebut.

Komik serial Death Note menceritakan seorang pelajar bernama Light Yagami yang menemukan sebuah notebook dengan kemampuan luar biasa. Apabila nama seseorang tercantum dalam notebook tersebut, nyawa orang itu akan hilang seketika.

Komik tersebut telah diadaptasi menjadi film dan video game. Penjualan komiknya sendiri laris manis dengan sekira 30 juta eksemplar laku terjual di seluruh penjuru dunia.

Namun, kepopuleran Death Note menjadi kontroversi. Sebab, Death Note merupakan satu dari 38 komik yang dilarang oleh Lembaga Sensor China. Namun, komik tersebut terus-menerus menjadi topik terpopuler di situs microblogging China, Sina Weibo. Hal ini menunjukkan bahwa para penggemar komik yang menggunakan media sosial akan selalu dapat mencari jalan keluar untuk menghindari larangan pemerintah.

Pesan dengan tagar #DeathNote telah dibaca sebanyak 100 juta kali di Weibo. Sementara diskusi mengenai komik tersebut melibatkan ratusan ribu pengguna internet.

"Astaga, satu-satunya kesenangan yang kita miliki kini dilarang," kata salah seorang pengguna Weibo. Sementara pengguna lain membandingkannya dengan komik terbitan China yang kebanyakan ditujukan untuk pembaca anak-anak. "Apakah Anda berharap kami yang berusia 20-30 tahun menonton kartun untuk anak berumur 2 tahun?"

April lalu, Pemerintah China menyatakan akan menghentikan konten yang mengandung kekerasan dan pornografi serta mewajibkan situs internet, program televisi asing, dan film untuk memiliki linsensi. Daftar judul yang dilarang pemerintah China telah dikeluarkan bulan lalu.

Menurut pejabat Kementerian Kebudayaan China, Liu Qiang, pelarangan tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan perkembangan mental anak muda.

(Pamela Sarnia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya