SLEMAN - Mengeringnya sumber mata air juga dirasakan warga perbukitan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama beberapa hari terakhir ini. Oleh karena itu, selain membeli air, mereka mengharapkan bantuan dari pemerintah karena harga air bersih akan terus naik.
Samidjan, warga Dusun Losari II, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, mengatakan, harga air bersih per tangki pada awal musibah kekeringan ini masih normal. "Satu tangki air bersih, Rp120 ribu hingga130 ribu. Ini harganya masih normal kalau di awal-awal," ujarnya beberapa waktu lalu.
Namun, ia memperkirakan harga akan berangsur naik ketika pertengahan musim kemarau. Harga satu tangki air bersih bisa mencapai Rp140 ribu hingga 150 ribu.
Satu tangki air bersih tersebut, menurutnya, hanya bisa memenuhi kebutuhan sekira tiga minggu jika digunakan satu keluarganya yang berjumlah empat orang.
"Satu tangki itu isinya 3.000 liter, tapi tulisannya di tangki lima ribu. Kalau diisi penuh, tidak kuat mengantarnya ketika melewati jalan yang menanjak," tutur Samidjan.
Selain mengandalkan air hasil membeli, masih ada beberapa warga yang memilih mencari sumber mata air di sekitar sungai. Namun, lokasinya cukup jauh, lebih dari 1 kilometer. "Ngangsu juga sudah dilakukan oleh warga. Sumur-sumur warga memang sudah surut," katanya.
Di Kecamatan Prambanan, wilayah yang mengalami musibah kekeringan di antaranya Dusun Klumprit I dan II, serta Desa Wukirharjo. Selain itu juga di Gedang Atas, Mlakan, Dawangsari, serta Umbulsari. (Sindonews)
(Abu Sahma Pane)