Namun, hampir 50 persen sifat anggrek tersebut mirip dengan anggrek asal dalam negeri, yakni dari Papua. Sebab, beberapa persilangan sebelumnya berasal dari anggrek dalam negeri.
"Ciri khas dari anggrek ini yakni petalnya yang berbentuk keriting dan lidahnya berwarna ungu. Ciri ini diturunkan dari anggrek induknya yang berasal dari dalam negeri," tutur Eka.
Eka mengatakan, anggrek jenis Dendrobium Iriana-Jokowi ini baru pertama kali ada di Taman Anggrek KRB. Untuk itu, ia dan petugas konservasi lainnya sangat berkonsentrasi untuk merawat anggrek tersebut agar tidak mati.
"Sekarang kita masih fokus pada perawatannya dulu, nanti bila kondisinya sudah bagus kita akan usahakan lakukan perbanyakan," ungkapnya.
Kini, anggrek Iriana-Jokowi masih berada di dalam tempat konservasi tanaman anggrek dan belum boleh diperlihatkan kepada pengunjung, karena masih dalam perawatan yang intensif. (awl)
(Susi Fatimah)