SURABAYA - Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, mengungkapkan bahwa Partai Demokrat Jawa Timur akan mengeluarkan rekomendasi terkait siapa yang bakal bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya melawan pasangan petahana Tri Rismaharini-Wishnu Sakti Buana yang diusung oleh PDIP.
"Finalnya (keluarnya rekomendasi) nunggu 2-3 jam lagi (atau sore ini)," kata Pakde Karwo ditemui usai sidang Paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (10/8/2015).
Pakde Karwo tidak memungkiri jika pasangan petahana di Pilwali Surabaya cukup kuat. Oleh karena itu, figur yang diusung juga harus bisa menandingi pasangan petahana tersebut.
Ia juga tidak menampik jika nama Rasiyo muncul sebagai salah satu calon wali kota yang diusung oleh Partai Demokrat. Sedangkan wakilnya adalah calon yang direkomendasikan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
"Seperti yang saya sampaikan, kami ingin tarung betul. Jadi kami cari petarung yang tangguh (untuk Pilwali Surabaya)," jelasnya.
Sepertu diketahui, sebelumnya Partai Demokrat dan PAN pernah mengusung pasangan Dhimam Abror Juraid dan Haris Purwoko sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Namun, pendaftaran atas nama mereka dibatalkan karena Haris Purwoko mengundurkan diri dari pencalonan setelah dilarang oleh pihak keluarga.
Paska batalnya pencalonan itu, kata Pakde Karwo, PAN dan Partai Demokrat terus mencari figur yang kuat. Figur itu, dia mengungkapkan, sudah ditemukan dan saat ini sedang diproses di tahap final untuk segera mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai. Sehingga pada Selasa, 10 Agustus 2015 calon tersebut bisa didaftarkan ke kantor KPU Kota Surabaya. (fal)
(Syukri Rahmatullah)