Menurut Wali Kota Busot Alejandro Morant, yang secara resmi membuka museum pada 4 Agustus, museum musik etnik itu akan menambah daya tarik wisata kota yang setiap tahun menarik sekitar 600.000 wisatawan asal Inggris, Norwegia dan Jerman dengan obyek wisata gua kuno Cuevas del Canelobre dan tradisi Paskah disertai festival religi sepekan.
KBRI Madrid menjadikan museum itu sebagai wahana potensial untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Busot dalam mempromosikan budaya dan musik Indonesia.
KBRI Madrid menyetujui tawaran kerja sama pelatihan gamelan Jawa di Museo de la Musica Etnica de Busot, yang berada Kota Busot, Provinsi Alicante, bagian dari Komunitas Otonom Valencia yang mengandalkan pendapatan daerah dari investasi sektor pariwisata dan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
(Hendra Mujiraharja)