nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UGM Kawal Mahasiswi Korban Pemerkosaan Dapat Keadilan dan Penyelesaian Kasus

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 08:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 510 1974345 ugm-kawal-mahasiswi-korban-pemerkosaan-dapat-keadilan-dan-penyelesaian-kasus-yfeTA4H0cY.jpg Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (Foto: Dok UGM)

YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) berkomitmen memihak penuh kepada mahasiswi berinisial AN yang menjadi korban pemerkosaan untuk mendapatkan keadilan dan penyelesaian kasus secara tuntas. Salah satu mahasiswi Fisipol UGM itu diduga diperkosa mahasiswa Fakultas Teknik, HS, saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, pada 2017.

Dalam penjelasan yang dirilis melalui akun Instagram dan sudah dikonfirmasi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wawan Mas’udi; serta Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Alumni dan Penelitian Poppy Sulistyaning Winanti, Selasa 6 November 2018, Fisipol UGM menyatakan telah mengirim surat kepada Rektor pada 22 Desember 2017 agar universitas segera menyelesaikan kasus ini.

Rektor kemudian mengelar rapat terbatas dengan melibatkan Wakil Rektor Riset dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dekan Fakultas Teknik, serta Dekan dan Wakil Dekan Riset dan Pengabdian Masyarakat Fisipol.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UGM membentuk tim investigasi lintas fakultas. Sementara Fisipol UGM mendampingi penyintas dengan melibatkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis penyintas. Rektor juga akan memberi sanksi kepada personel di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang lalai dalam menangani skandal ini.

Tim Investigasi kemudian memberikan tiga rekomendasi. Pertama, sanksi kepada pelaku; kedua, perlindungan dan dukungan kepada penyintas; dan ketiga, perbaikan tata kelola KKN.

Saat ini Dekanat Fisipol UGM mendorong rekomendasi tim investigasi ditindaklanjuti serta mendorong semua pihak untuk menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari segala bentuk pelecehan.

(Baca juga: Mahasiswi UGM Diperkosa Temannya saat KKN di Pulau Seram)

Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Shutterstock)

Dugaan Pemerkosaan

Dugaan pemerkosaan ini mencuat setelah Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung merilis tulisan berjudul 'Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan'. Tulisan ini menceritakan kronologi dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Fisipol UGM dan respons kampus dalam mengatasi kasus ini. Korban disebut mendapat nilai KKN yang kurang bagus karena melibatkan pihak luar kampus dalam menyelesaikan persoalan ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan, sebelum berita tersebut mengemuka, UGM sudah menginvestigasi dugaan pemerkosaan ini berdasarkan atas Surat Keputusan (SK) Rektor UGM Panut Mulyono. Tim bekerja pada April–Juli 2018 dengan mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari berbagai pihak.

Tim investigasi kemudian menyodorkan beberapa rekomendasi atas persetujuan pelaku dan penyintas. "Rekomendasinya di antaranya adalah evaluasi nilai KKN, penjatuhan hukuman, dan mengikuti konseling psikologi," kata dia, Selasa 6 November 2018.

Salah satu rekomendasi adalah memperbaiki nilai KKN penyintas yang awalnya C karena terlibat kasus ini menjadi A atau B. Atas kesepakatan bersama pelaku dan penyintas, pada awalnya UGM mengira permasalahan sudah selesai. Namun, persoalan ini kembali menjadi pembicaraan publik setelah keluarnya tulisan di situs balairungpress.com.

Iva menegaskan, UGM berempati terhadap korban dan sedang mengupayakan agar yang bersangkutan mendapat keadilan. Pihak kampus, kata dia, akan membawa kasus ini ke ranah hukum. "Jika terbukti melakukan tindak pidana pasti akan ada sanksi tegas secara akademik," tegas dia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini