nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buntut Kecelakaan, Bianglala di Perayaan Sekaten Dihentikan Walkot Yogya

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 13:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 13 510 1977159 buntut-kecelakaan-bianglala-di-perayaan-sekaten-dihentikan-walkot-yogya-ET8Q0Rn64k.jpg Wahana permainan bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten Yogyakarta. (Foto: Harianjogja.com)

YOGYAKARTA – Buntut kecelakaan wahana bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten pada Minggu 11 November 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah tegas. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memutuskan agar seluruh wahana permainan kincir angin (bianglala) dan kora-kora dihentikan atau ditutup.

"Ini bukan keputusan emosional, tapi rasional. Tujuannya untuk menjaga ketenangan masyarakat. Keputusan ini kami ambil agar semua pihak mengerti dan memahami. Kami tidak ingin masalah ini menjadi polemik," kata Haryadi saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (13/11/2018).

(Baca juga: Bianglala Terbalik, Wawali Yogyakarta Minta Wahana Permainan Dihentikan Sampai Ada Jaminan Keselamatan)

Menurut Haryadi, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak agar seluruh wahana permainan harus memiliki standardisasi. Terutama, terkait faktor keselamatan dan keamanan seluruh pengguna.

"Wahana permainan yang berisiko harus dievaluasi. Maka, perlu kiranya ke depan ada lembaga sertifikasi atas seluruh wahana permainan tersebut," katanya.

Haryadi pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat terkait dihentikannya seluruh wahana permainan tersebut.

"Secara teknis mesin atau motor bianglala tersebut baru. Tapi, tidak ada jaminan kalau dioperasikan lagi tidak ada insiden serupa terjadi. Kami memutuskan itu dengan banyak pertimbangan," katanya.

(Baca juga: Fakta di Balik Bianglala Terbalik, Model Terkini yang Baru Beroperasi 3 Hari!)

Meski begitu, Haryadi tidak memerintahkan agar seluruh wahana permainan tersebut dibongkar. Dia mempersilahkan jika wahana itu masih berdiri hingga berakhirnya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) hingga 19 November 2018.

"Asuransi akan dijadikan bahan pertimbangan ke depan. Cuma standar safety yang paling utama kami tekankan. Asuransi hanya alat mengurangi risiko," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini