KELOMPOK hacker yang mengancam akan membocorkan data jutaan anggota laman selingkuh Ashley Madison bulan lalu benar-benar membuktikan ancaman mereka. Data sebesar hampir 10 gigabyte yang berisi informasi anggota laman Ashley Madison dirilis oleh kelompok Impact Team setelah pemilik situs perselingkuhan itu menolak memenuhi tuntutan mereka untuk menutup Ashley Madison secara permanen.
Data yang dibocorkan antara lain adalah nama anggota, alamat surel, alamat tempat tinggal, nomer telefon, dan profil anggota. Informasi detail kartu kredit dan pembayaran tidak dibocorkan seluruhnya, namun, hal ini tetap merupakan sebuah insiden memalukan bagi Avid Life Media Inc. (ALM) pemilik Ashley Madison, dan tentu saja jutaan anggota yang identitasnya terungkap.
“Anda menemukan nama Anda di sini? ALM lah yang mengecewakan Anda dan berbohong kepada Anda. Tuntut mereka dan klaim ganti rugi. Lalu kembali hidup seperti biasa. Belajar dari kesalahan Anda dan lakukan penebusan. Memang memalukan saat ini, tapi Anda akan melaluinya,” demikian kutipan pengumuman yang dirilis Impact Team sebagaimana dilansir dari Russia Today, Rabu (19/8/2015).
Meski tidak diketahui seberapa besar data pribadi yang benar, karena pelaku perselingkuhan kemungkinan besar akan mengisi dengan informasi palsu, peretasan ini diduga akan tetap memberikan efek yang memalukan dan protes dari publik.
Alamat surel yang diduga milik mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, terlihat di antara informasi yang dibocorkan. Namun, karena laman ini tidak membutuhkan verifikasi email, kebenaran detail ini masih dipertanyakan karena siapa pun bisa menggunakannya untuk membuat akun palsu.
Pihak ALM mengecam aksi para hacker ini dan menyebutnya sebagai tindakan kriminal. Mereka bekerjasama dengan Biro Penyelidik federal Amerika Serikat (FBI) dan polisi Kanada menyelidiki peretasan itu, sekaligus berusaha menghapus informasi yang telah dirilis kepada publik.
(Hendra Mujiraharja)