Makam Keramat Selamat dari Gusuran di Kampung Pulo

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2015 11:21 WIB
Makam Kramat di wilayah Kampung Pulo (Syamsul Anwar/Okezone)
Share :

JAKARTA – Dua makam keramat di wilayah Kampung Pulo masuk area terdampak normalisasi Kali Ciliwung.

Menurut Lurah Kelurahan Kampung Melayu, Bambang Pangestu, terdapat tujuh makam tokoh yang dituakan warga. Namun, jika dilihat dari peta pelebaran normalisasi, sekira dua pekuburan keramat yang terdampak proyek Pemprov DKI Jakarta.

"Ada makam KH Kosim di RT 9 RW 2 itu sudah ada sejak 1947, lalu KH Musyakim bin Salim di RT 13 RW 3 yang ada sejak 1946," ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Jumat (21/8/2015).

Meski demikian, Bambang menambahkan pihaknya belum mengetahui rencana teknis terhadap makam tersebut. Ia memastikan, sesuai intruksi Wakapolda, Brigjen Pol Nandang Jumantoro tadi pagi, makam tersebut agar tidak disentuh terlebih dahulu.

"Kalau rencana teknis Jaya Kontruksi yang tau. Tidak menyentuh itu dulu, Wakapolda intruksi makam sama masjid jangan disentuh dulu," imbuhnya.

Selain itu, khusus enam bangunan musala, pihaknya akan memanggil para pengurus. Jika memungkinkan, Bambang akan meminta pengurus untuk mencari lokasi pindah.

"Kita panggil pengurus musala, ada lokasi pindah tidak, kalau tidak kita kasih kompensasi," pungkasnya.

Terkait keberadaan makam keramat, pada hari kedua penggusuran rumah warga di Kampung Pulo, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, beredar kabar ormas Front Pembela Islam (FPI) akan melakukan aksi, menuntut agar makam keramat yang berada di sekitar Kampung Pulo tidak dibongkar serta tidak dipindahkan.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya