Sebelumnya Fadli menuturkan, kehadiran pihak parlemen ke negeri Paman Sam adalah untuk menghadiri Konferensi Ketua Parlemen Sedunia yang dilaksanakan di markas besar PBB. Dihadiri oleh perwakilan 148 negara, acara itu berlangsung dari 31 Agustus hingga 2 September 2015.
Setelah acara, Setnov dan Fadli bertemu dengan Trump untuk bersilaturahim. Pasalnya, dua orang ini sudah mengenal miliuner tersebut sejak lama. Ditambah, Trump juga melakukan banyak investasi di Indonesia. Pertemuan itu sendiri digelar di Trump Plaza sekira 30 menit.
"Setelah itu kami diajak turun ke bawah, diajak untuk lihat konferensi pers, dan dilakukan di lobi kantornya. Bukan di hotel atau di lapangan. Kemudian, ternyata sudah ramai dan sambil berdiri, Donald ceritakan apa isinya, kemudian Ketua DPR diperkenalkan, itu saja," bebernya.
Fadli menyimpulkan bahwa maksud pertemuan tersebut sudah dipelintir karena dianggap kampanye. Hal itu jadi lucu karena jadwal kampanye di AS belum berlangsung hingga kini.
(Susi Fatimah)