MUNICH – Jerman akhirnya “menutup” akses untuk para imigran yang sebelumnya dengan mudah masuk ke negara tersebut. Tepatnya pada Minggu 13 Agustus 2015, kontrol di perbatasan kembali dimunculkan.
Pada Sabtu 12 September 2015 malam, Jerman menghentikan kereta yang datang dari Austria sebagai respons kedatangan puluhan ribu imigran Suriah akhir-akhir ini yang membuat Jerman menjadi cukup kewalahan.
Keputusan ini menjadi perubahan yang cukup drastis. Uni Eropa pada awalnya menghapus pengecekan paspor di seluruh Zona Schengen. Ini adalah zona perjanjian yang disepakati anggota Uni Eropa untuk menciptakan wilayah “tanpa perbatasan”. Perjanjian tersebut menghilangkan pengecekan paspor dengan tujuan kebebasan mobilisasi di wilayah-wilayah Eropa.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Senin (14/9/2015), “Untuk saat ini Jerman sementara mengaktifkan kembali kontrol terhadap perbatasan. Fokus untuk saat ini adalah perbatasan dengan Austria.”
“Tujuannya untuk menekan arus orang yang masuk ke Jerman dan mengembalikannya ke prosedur yang benar untuk orang masuk ke suatu negara. Keputusan ini sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Pihak perusahaan kereta nasional Jerman, Deutsche Bahn, mengatakan akan menghentikan pelayanan Austria dan Jerman selama 12 jam atas perintah pemerintah. Kemarin malam, pihak berwajib Jerman memulai melakukan pengecekan terhadap paspor di perbatasan Austria-Jerman.
Pada Sabtu 12 September 2015, sekira 13.015 imigran datang ke Munich, dan kekhawatiran muncul bahwa Jerman akan mencapai keadaan semakin kewalahan. Juru bicara kepolisian Munich menyampaikan, “Dari jumlah orang yang datang pada kemarin (Sabtu), sudah jelas kami telah mencapai titik batas jumlah imigran yang bisa kami tampung.”
(Hendra Mujiraharja)