"Masalah kenaikan BBM juga begitu kan (PDIP), situasional dan pragmatis. Itu penyakit kekuasaan, jadi lupa diri, dia dulu lupa pernah jadi oposisi," tuturnya.
Sementara itu, ketika Okezone meminta konfirmasi terkait pendapat tersebut, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu tak berkomentar. Adian yang hanya bersedia di wawancara melalui Blackberry Messanger (BBM) ini hanya membaca pertanyaannya saja tanpa memberikan komentar. Sedangkan Trimedya Pandjaitan tak bisa dihubungi melalui sambungan telefon.
Usulan kenaikan gaji bagi Presiden Jokowi pertama kali dilontarkan anggota Fraksi PDIP Tagoer Abubakar mengusulkan gaji Presiden Jokowi naik hingga Rp200 juta. Bukan hanya dia, sejumlah politikus PDIP lainnya seperti Trimedya Pandjaitan juga menyatakan hal serupa.
Sementara itu, beda pendapat diutarakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan, kalau keadaan saat ini bukan waktunya untuk menaikkan gaji presiden. Dirinya menekankan agar lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan rakyat dan kedepankan revolusi mental melalui gerakan hidup sederhana.
Presiden Jokowi sendiri sudah menanggapi mengenai usulan tersebut. Dirinya merasa malu bila harus membicarakan soal kenaikan gaji di tengah melemahnya perekonomian Indonesia.
(Arief Setyadi )