Sementara itu, Mahfud MD, yang mendampingi Hary di kursi juri kehormatan menuturkan, sebenarnya banyak hal yang membuatnya takjub akan kekayaan sumber daya manusia di Indonesia. Masyarakat di pedesaan, kata Mahfud, relatif lebih bisa menyelesaikan sengketa di antara mereka dengan sendirinya, berpegang pada nilai-nilai harmoni.
"Saya pernah bertemu dengan seorang Indonesianis yang mengatakan, saya agak kurang sependapat jika dikatakan budaya hukum Indonesia jelek. Kalau budaya hukum kita jelek, Indonesia sudah ambruk," terangnya.
Kata dia, Indonesia ditopang oleh budaya harmoni sehingga aman. "Mereka menyangga kehidupan bangsa ini, membangun harmoni dan menyelesaikan persoalan mereka sendiri, tidak pakai SK," tandasnya.
Malam puncak 'Pahlawan untuk Indonesia' akan digelar bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan Nasional, 10 November 2015. Ajang pencarian sosok inspiratif ini pengajuannya melibatkan masyarakat sehingga dapat menjangkau sosok-sosok yang selama ini tak diketahui publik.
Ada sepuluh kategori yang diperebutkan kandidat penerima penghargaan, yakni pahlawan kesehatan, pahlawan pendidikan, pahlawan lingkungan, pahlawan kewirausahaan, pahlawan inovasi teknologi, pahlawan budaya, pahlawan pelayanan publik, pahlawan pekerja, pahlawan hukum dan keadilan, dan pahlawan olahraga.
(Fahmi Firdaus )