Menurut Juru Bicara Komando Tempur Udara USAF Mayor Michael Meredith, kekhawatiran AS mengenai PL-15 bukan hanya lahir dari kecanggihan teknologi yang dimiliki rudal itu, melainkan dari kelemahan yang dimiliki pesawat USAF sendiri.
Pesawat tempur tercanggih milik USAF saat ini F-22 hanya mampu membawa enam rudal AIM-120 AS ditambah dua rudal jarak dekat Sidewinder. Jumlah itu jauh jika dibandingkan jumlah rudal yang dapat dibawa jet tempur J-11 China yang bisa diisi 12 misil seukuran PL-15.
Produksi F-22 yang dihentikan pada 2009 memunculkan penggantinya F-35 yang ternyata memiliki daya tampung rudal yang lebih buruk dibandingkan pendahulunya. Pesawat yang didapuk sebagai senjata termahal di muka bumi itu hanya dapat membawa dua unit rudal AIM-120.
Hal ini disebabkan jet tempur AS menitikberatkan pada teknologi siluman yang menuntut badan pesawat yang ramping tanpa celah agar tidak dapat dideteksi radar. Namun di sisi lain, desain ini tidak memungkinkan daya tampung persenjataan yang memadai. Sedangkan J-11 yang memiliki desain mirip Sukhoi SU-35 superflanker Rusia, tidak memiliki masalah seperti itu.
Dalam skenario perang yang mengharuskan dua pesawat saling berhadap-hadapan, jelas daya tampung rudal yang dimiliki jet tempur AS menjadi kelemahan besar. Dengan kemampuan rudal yang relatif seimbang, pesawat China membawa rudal dua kali lebih banyak dibandingkan pesawat AS.
(Rahman Asmardika)