“Bapak dipanggil untuk menghadap Presiden Soekarno sekarang juga,” jawab seorang dari mereka. “Kalau begitu, izinkan saya berganti pakaian terlebih dahulu,” ujar Jenderal Soeprapto lagi.
Tapi sebelum sempat berganti pakaian, Jenderal Soeprapto sudah dipaksa dengan todongan senjata, untuk dibawa ke sebuah truk hanya dengan mengenakan kemeja piyama dan sarung bermotif kotak-kotak.
Keluarga yang kala itu mengaku sangat aneh dengan kejadian itu, buru-buru mencoba mencari kontak dengan kolega Jenderal Soeprapto, yakni Mayjen Siswondo Parman yang sayangnya, juga turut jadi korban.
(Randy Wirayudha)