YOGYAKARTA - Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Ma'ruf Wirasenjaya, melihat bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan mirip dengan tumpahan minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS), 2010 lalu.
"Amerika Serikat yang juga pernah mengalami kasus yang hampir serupa dengan Indonesia," kata Ade di UMY, Kamis (1/10/2015).
Pada tahun 2010 lalu, kata Ade, Teluk Meksiko menerima tumpahan minyak milik British Petroleum dan menyebabkan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.
Tumpahan minyak di Teluk Meksiko (Foto: Reuters)
Presiden AS, Barack Obama saat itu langsung menuntut perusahaan minyak tersebut, untuk membayarkan denda kepada masyarakat sekitar Teluk Meksiko yang dirugikan.
Bahkan British Petroleum terpaksa harus menjual sahamnya di Eropa untuk menutupi denda tersebut.
"Kasusnya tidak jauh beda. Karena juga melibatkan negara lain sebagai korbannya. Namun sikap yang diambil oleh Presiden AS lebih cepat dan itu yang membedakannya dengan Indonesia," simpulnya.