Ketegangan di Yerusalem Mungkin Munculkan Intifada Ketiga

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 05 Oktober 2015 12:05 WIB
Pasukan Kemanan Israel menembakkan senjatanya dalam protes pendudukan Masjidil Aqsa di Hebron, Tepi Barat. (Foto: Reuters)
Share :

YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berjanji akan melakukan serangan terhadap kekerasan yang ditimbulkan warga Palestina di Yerusalem. Pernyataan Netanyahu ini diumumkan menyusul terbunuhnya empat warga Yahudi Israel dalam konflik yang semakin memanas di kota yang juga dikenal sebagai Al Quds itu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Netanyahu sebelum menggelar rapat dengan pejabat keamanan Israel pada Minggu 4 Oktober 2015. Dia kembali menegaskan sikap usai rapat dengan memerintahkan pengambilan langkah-langkah untuk menangkal dan menghukum aksi terorisme.

Langkah-langkah itu termasuk tindakan untuk meningkatkan keamanan di Yerusalem dan melarang para pelaku kekerasan untuk memasuki Kota Tua dan Kuil Gunung di Al Quds.

Ketegangan dan konflik yang semakin memuncak antara warga Palestina dan Israel menimbulkan dugaan gerakan perlawanan intifada akan muncul untuk ketiga kalinya. Namun, Netanyahu menganggap hal itu tidak akan terjadi.

“Intifada membutuhkan pemimpin, dan saat ini pemimpin politik Palestina menentang hal ini,” kata pengamat politik dari Palestina, Hani al Masri, menyetujui pendapat Netanyahu, sebagaimana dilansir Associated Press, Senin (5/10/2015).

Sejauh ini Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha meredam kekerasan yang semakin banyak terjadi menjadi sebuah kerusuhan besar. Namun, aksi penusukan warga Israel yang dilakukan pemuda Palestina Sabtu 5 Oktober 2015 kembali memicu ketegangan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya