YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berjanji akan melakukan serangan terhadap kekerasan yang ditimbulkan warga Palestina di Yerusalem. Pernyataan Netanyahu ini diumumkan menyusul terbunuhnya empat warga Yahudi Israel dalam konflik yang semakin memanas di kota yang juga dikenal sebagai Al Quds itu.
Pernyataan tersebut dikeluarkan Netanyahu sebelum menggelar rapat dengan pejabat keamanan Israel pada Minggu 4 Oktober 2015. Dia kembali menegaskan sikap usai rapat dengan memerintahkan pengambilan langkah-langkah untuk menangkal dan menghukum aksi terorisme.
Langkah-langkah itu termasuk tindakan untuk meningkatkan keamanan di Yerusalem dan melarang para pelaku kekerasan untuk memasuki Kota Tua dan Kuil Gunung di Al Quds.
Ketegangan dan konflik yang semakin memuncak antara warga Palestina dan Israel menimbulkan dugaan gerakan perlawanan intifada akan muncul untuk ketiga kalinya. Namun, Netanyahu menganggap hal itu tidak akan terjadi.
“Intifada membutuhkan pemimpin, dan saat ini pemimpin politik Palestina menentang hal ini,” kata pengamat politik dari Palestina, Hani al Masri, menyetujui pendapat Netanyahu, sebagaimana dilansir Associated Press, Senin (5/10/2015).
Sejauh ini Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha meredam kekerasan yang semakin banyak terjadi menjadi sebuah kerusuhan besar. Namun, aksi penusukan warga Israel yang dilakukan pemuda Palestina Sabtu 5 Oktober 2015 kembali memicu ketegangan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga Yahudi bernama Ahalon Bennett yang sedang berjalan-jalan bersama istri dan anaknya tewas ditusuk oleh Muhannad Halabi di Kota Tua Yerusalem. Rabbi Nehemia Lavi yang coba menolong ikut menjadi korban, sedangkan istri dan anak Ahalon menderita luka-luka.
Sebelumnya pada Kamis 1 Oktober 2015, seorang pemuda Palestina menembak mati sepasang suami-istri warga Israel dan melukai empat anak mereka.
“Apa yang terjadi pada tempat suci kami? Apa yang terjadi kepada ibu dan saudari kami di Masjidil Aqsa? Kami bukan orang yang menerima penghinaan. Rakyat kami akan memberontak,” tulis Halabi dalam akun Facebook-nya.
“Intifada ketiga ada di sini,” tulis pria yang akhirnya tewas ditembak polisi Israel itu.
(Rahman Asmardika)