Piagam Yogya & Pelantikan KSAD Diiringi Indonesia Raya dari Damkar

Randy Wirayudha, Jurnalis
Sabtu 17 Oktober 2015 08:17 WIB
Abdoel Haris Nasution yang kembali diangkat KSAD dengan pangkat Jenderal Mayor pasca-peristiwa 17 Oktober 1952 (Foto: Wikipedia)
Share :

INTERNAL TNI 63 tahun lampau sempat terusik virus politik dan membuat para perwira TNI AD terpecah jadi dua kubu. Peristiwa 17 Oktober 1952 pun meletus dengan menuntut parlemen yang terlalu campur tangan internal TNI dibubarkan.

Sayang, tuntutan yang diprakarsa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel Abdoel Haris Nasution beserta sejumlah perwira lainnya ditolak Presiden Soekarno. Nasution pun dicopot dari jabatannya beberapa bulan kemudian bersama Kolonel Tahi Bonar Simatupang yang kala itu menjabat Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP).

Untuk mengisi lowongnya posisi KSAD, pemerintah untuk sementara waktu menempatkan Kolonel Bambang Soegeng. Sosok Bambang Soegeng dipilih lantaran dianggap cenderung netral di tengah kubu Nasution Cs dan Kolonel Bambang Supeno Cs.

Rapat Collegial (Raco) digelar pada 25 Februari 1955 dengan menelurkan Piagam Yogyakarta yang inti isinya menyatukan kembali TNI AD. Namun, usaha Kolonel Bambang Soegeng itu tak memberi hasil signifikan. Friksi tetap terjadi, hingga akhirnya mantan Wakil 1 KSAP itu memilih resign alias mengundurkan diri.

Jabatan itu pun sempat lebih dulu diemban “pejabat interim” sementara, Wakil KSAD Kolonel Zulkifli Lubis. Tetapi kemudian, pemerintah lewat PM/Menteri Iwa Koesoemasoemantri, menjatuhkan pilihan kepada Panglima Tentara Teritorium II, Kolonel Bambang Utoyo dengan dinaikkan pangkatnya jadi Jenderal Mayor.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya