DEMAK – Kasus pembunuhan aktivis lingkungan, Abdul Jamil (60), warga Demak, Jawa Tengah, masih menyimpan misteri karena belum diketahui secara pasti motifnya.
Bahkan, pembunuhan ini disebut-sebut mirip dengan kasus pembunuhan Salim Kancil, aktivis petani yang tewas dibunuh karena menolak operasi tambang pasir ilegal di Lumajang. “Berarti kasus Salim Kancil versi kedua ya,” ujar Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo.
Ia menambahkan, Abdul adalah orang yang selalu membela kepentingan warga. “Korban ini (Abdul) adalah orang yang disegani, tokoh di kampung tersebut dan vokal dalam hal kebaikan. Dia selalu memperjuangkan hak-hak masyarakat di desa. Seperti tadi, datang puluhan warga tetangga korban yang memberikan dukungan kepada proses penyelidikan. Korban adalah tokoh lingkungan di desanya,” tutur Heru.
Pelaku pembunuhan itu sendiri, PNS bernama Suleman dan rekannya Saimun akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Sebab, pelaku sudah menyiapkan cangkul dan cairan kimia untuk membunuh korban.
“Benar sudah disiapkan (cangkul dan cairan kimia). Makanya kita simpulkan ini 340 (kasus pembunuhan berencana,” pungkasnya.
Sebelumnya dikabarkan, Abdul dibunuh karena memprotes pembangunan irigasi di kampungnya. Ia menilai irigasi itu kurang bagus. Namun Suleman yang merupakan pengawas proyek tersebut diduga tidak terima dikritik.
(Abu Sahma Pane)