JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bertolak ke Amerika Serikat, 25-28 Oktober 2015. Kunjungan kenegaraan ke negeri Paman Sam tersebut baru kali pertama dilakukan Jokowi setelah resmi menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio, menyesalkan kepergian Jokowi tersebut. Pasalnya, menurut Agung, di Indonesia saat ini kondisi negara masih berkutat dengan persoalan yang belum diselesaikan oleh Presiden Jokowi, khususnya mengenai masalah kabut asap.
"Sebetulnya aneh tindakan Pak Jokowi ke Amerika Serikat di saat problem asap belum selesai, padahal kepentingan nasional harus diprioritaskan oleh Presiden Jokowi," ujar Agung Suprio kepada Okezone, Minggu (24/10/2015).
Dikatakannya, jika Jokowi melakukan penundaan atas keberangkatannya ke AS, negara yang dipimpin Barack Obama itu pasti akan mengerti. Pasalnya, hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Presiden Barack Obama yang menunda kunjungan kenegaraan lantaran ada persoalan di negeri Paman Sam itu.
"Obama kan juga pernah lakukan hal itu, ya baiknya Jokowi juga mencontohnya, karena korban asap sudah semakin bertambah," katanya.
Menurut Agung, Presiden Jokowi juga akan mendapat apresiasi dari AS lantaran memilih memikirkan kondisi rakyatnya yang terkena kabut asap ketimbang datang ke AS. "Kalau menunda Amerika juga akan mengapresiasi Pak Jokowi karena lebih mementingkan rakyatnya," tuturnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)