“Sebelum diikutkan lomba, sapi ini saya latih berlari setiap hari. Setelah itu dimandikan dan dipijat. Sapi kerap dimandikan tiga kali dalam sehari,” terang H Hamdan pada wartawan ketika dikonfirmasi, Rabu (4/11/2015).
Selanjutnya, sambung Hamdan, dirinya memberikan ramuan khusus untuk sapi agar tetap sehat dan larinya kencang. Kemudian diberi telur ayam sebanyak 31 butir untuk satu ekor sapi setiap hari.
“Jadi setiap hari saya harus menyiapkan 62 butir telur ayam untuk jamu dua sapi ini. Selain itu Setan Balap tidak boleh dikawinkan sebelum memasuki masa pensiun karena akan mempengaruhi pada kecepatan larinya,” ucap Hamdan.
Menurut Hamdan, untuk bisa mengikuti lomba karapan sapi Piala Presiden ada beberapa persyaratan yang harus dikantongi. Pertama ikut lomba karapan sapi tingkat kawedana Tanah Merah. Setelah menang masih harus ikut lomba karapan sapi tingkat kabupaten.
“Ketika menang di tingkat kabupaten baru bisa ikut karapan sapi piala Presiden di Pamekasan, yang berlangsung dua hari yakni Minggu dan Senin kemarin. Alhamdulillah sapi kerap saya yakni Setan Balap berhasil meraih juara 1,” paparnya.
(Risna Nur Rahayu)