MALUKU TENGGARA - Mendiang dr Dionisius Giri Samudra atau akrab disapa dr Andra nyawanya tak tertolong akibat penyakit campak saat bertugas di Ibu Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara.
Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan dr Pattiselano Robert Johan, mengatakan, tepat pada Rabu 11 November 2015 pukul 18.18 WIT, dokter muda tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Bumi Cendrawasih akibat serangan virus campak, disertai dengan komplikasi infeksi otak.
Andra merupakan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar yang sedang mengemban tugas sebagai dokter muda dalam program internship di Kota Dobo.
Kata dr Robert, mendiang sempat izin tugas selama dua minggu untuk pulang ke Jakarta pada akhir Oktober 2015. "Saat kembali ke Dobo pada 7 November 2015, kondisi dr Andra sudah demam, namun ia memaksa meninggalkan Jakarta demi rasa tanggung jawab," ungkap dr Robert dalam keterengan pers, Kamis (12/11/2015).
Walaupun sakit, kegigihan mendiang dr Andra untuk menolong warga Kota Dobo sangat tinggi. Ia tak mau lepas tanggung jawab, sampai akhirnya tetap bekerja, meskipun kondisinya drop.
Bahkan, sebelum ajal memanggil, rupanya dr Andra sempat dipindahkan ke ruang ICU RS Bumi Cendrawasih untuk mendapat perawatan intensif dari dokter spesialis. "Ini harus diapresiasi, karena itulah jiwa dari para dokter yang mengabdi di wilayah terpencil. Sakitnya diabaikan untuk spirit melayani," terang dr Robert.
(Arief Setyadi )