BANDA ACEH - Sejarah mencatat, Belanda mengeluarkan maklumat perang terhadap Kerajaan Aceh, pada 26 Maret 1873. Dua pekan kemudian, 3.000 lebih pasukan Belanda dipimpin Major Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler mendarat di Pante Ceureumen, Ulee Lheu, Banda Aceh.
Belanda kemudian melancarkan serangan ke Masjid Baiturrahman yang menjadi basis pertahanan pasukan Aceh pada 14 April 1873. Dibawah pimpinan Teungku Imum Lueng Bata, pejuang Aceh memberi perlawanan sengit.
Kohler tewas diterjang peluru penembak jitu pasukan Aceh yang mengendap di balik semak. Kematian sang jenderal membuat Belanda panik, dan mereka gagal menguasai masjid milik Kerajaan Aceh tersebut.
Beberapa tahun kemudian Belanda menanamkan pohon geulumpang di lokasi tewasnya Kohler, untuk mengenang kematian sang jenderal. Pohon itu diberi nama Kohler Boom.
Seiring zaman pohon itu makin menua kemudian mati. Tahun 1988, Gubernur Aceh Ibrahim Hasan menanamkan pohon jenis sama di lokasi semula, untuk penanda sejarah kematian Jenderal Belanda. Di sana ikut dibangun monument prasasti bertulis;