Kisah Tewasnya Jenderal Belanda di Masjid Baiturrahman

Salman Mardira, Jurnalis
Selasa 24 November 2015 18:07 WIB
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (foto: Salman Madira/Okezone)
Share :

Pada 14 April 1873, sekitar pukul 04.00, Belanda melakukan serangan besar-besaran ke Mesjid Raya Baiturrahman. Setelah berperang selama tiga mereka berhasil merebutnya. “Pasukan Aceh mundur dari Masjid Raya. Tapi beberapa pejuang Aceh bersembunyi di semak-semak di sebelah utara masjid,” ujar Iskandar.

Mendapat laporan Masjid Raya berhasil dikuasai, Kohler pun berangkat dari bivak sawah untuk melakukan inspeksi pasukan di areal masjid. Saat itulah, sniper Aceh menembak Kohler dari balik semak-semak. Peluru mengenai lengan kiri bagian atas Kohler dan menembusi tubuhnya, Kohler rubuh ke tanah dan tewas.

Sebuah riwayat menyebutkan penembak Kohler itu adalah Teuku Nyak Radja Lueng Bata. Lokasi tewasnya Kohler diyakini di bawah pohon geulumpang, di sisi utara Masjid Raya Baiturrahman. Belanda menamakan pohon ini sebagai Kohler Boom alias Pohon Kohler.

Iskandar mengatakan, tewasnya Kohler membuat pasukan Belanda panik, mental mereka ikut jatuh. Kerajaan Belanda ikut terpukul atas kematian jenderalnya. Kesempatan itu digunakan pasukan Aceh untuk menyerang kembali prajurit kolonial.

“45 tentara Belanda tewas dalam penyerangan itu, delapan diantaranya merupakan perwira. 405 lainnya luka-luka, 23 di antaranya perwira. Pasukan Belanda melarikan diri ke Pante Ceureumen. Tanggal 23 April 1873, pasukan Belanda mendapat izin dari pemerintah Hindia Belanda untuk meninggalkan Aceh. Agresi pertama Belanda ke Aceh gagal total,” sebutnya.

Mayat Kohler sendiri sempat dibawa ke Singapura dengan kapal uap Koning der Nederlanden, kemudian dilanjutkan ke Batavia dan dimakamkan di komplek pemakaman Belanda di Tanah Abang dengan upacara militer.

Tahun 1976 pemakaman tersebut digusur, kerangka Kohler dipindahkan ke Kedutaan Besar Belanda. Dua tahun kemudian, atas usul Gubernur Aceh Abdullah Muzakir Walad, kerangka Kohler dibawa kembali ke Aceh dan dimakamkan di Kerkhof, Banda Aceh, tempat lebih dua ribu jasad pasukan Belanda yang tewas dalam perang Aceh dikuburkan.

Setelah Indonesia merdeka, pohon Kohler yang berdiri di depan Masjid Raya Baiturrahman ikut mati dimakan usia. Kemudian pada 14 Agustus 1988, atas inisiatif Gubernur Ibrahim Hasan, di tempat tertembaknya Kohler ditanam lagi pohon jenis sama serta dibangun sebuah prasasti.

Pohon itu akhirnya ditebang pekerja proyek perluasan Masjid Raya Baiturrahman, 19 November 2015. Prasasti beton yang ada di bawahnya ikut dibongkar, karena masuk dalam area proyek. Tindakan itu menuai protes, masyarakat meminta pemerintah menanam kembali pohon jenis yang sama di lokasi itu dan membangun monumen untuk mengenang perang yang menewaskan Kohler.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya