BANDUNG - Habib Rizieq mengisi ceramah dalam Tabligh Akbar Manhajus Sholihin di pertigaan Pasar Rebo, Purwakarta pada 13 November. Ceramah petinggi Front Pembela Islam (FPI) itu menyulut kontroversi karena memplesetkan sampurasun menjadi campur racun.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq bicara panjang lebar menolak konsep Islam Nusantara dan pendiskreditan Islam sebagai agama Arab. Ia juga menolak tegas konsep perpaduan antara budaya dan agama Islam.
Ia menyebut beberapa contoh. Penggunaan sorban, pengucapan assalamualaikum, hijab, hingga salat dinilai pihak tertentu sebagai budaya Arab. Parahnya, syariat Islam mulai diotak-atik oleh pihak tertentu.
Habib Rizieq lalu mencontohkan pada 15 Mei 2015 saat ia datang ke Istana Presiden untuk hadir dalam peringatan Isra Mi'raj. Saat itu, menurutnya ayat suci Alquran dibaca dengan langgam pewayangan. "Kita protes keras," ujarnya.
Penjelasan panjang pun diuraikannya. Ia mengatakan bahwa Alquran tidak boleh dibaca sembarangan, apalagi cara membacanya menggunakan langgam tertentu di luar aturan.