Sejarah Dunia: Kecelakaan Pesawat Selandia Baru di Antartika

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 28 November 2015 06:30 WIB
Puing-puing pesawat Air New Zealand di Gunung Erebus (Foto: South Pole Station)
Share :

Beberapa saat sebelum kecelakaan, Kapten Jim Collins memberi tahu menara pengawas bahwa dia akan menurunkan pesawat ke ketinggian 1.500 kaki dari ketinggian terbang seharusnya yaitu 6.000 kaki. Jim beralasan ingin memberi pemandangan yang lebih bagus bagi para penumpangnya.

Saat itu, lapisan awan berbaur dengan warna putih gunung berapi. Efek pandangan ini menipu kru pesawat. Mereka mengira yang terlihat dalam pandangan adalah Tebing Es Ross sesuai dengan data penerbangan yang mereka pegang. Sayangnya, penglihatan tersebut salah. Yang sebenarnya mereka lihat adalah Gunung Berapi Erebus.

Pesawat yang berisi 237 penumpang dan 20 kru pesawat langsung menabrak Gunung Erebus dengan kecepatan 480 kilometer per jam. Alarm pesawat sempat berbunyi pertanda bahwa burung besi tersebut mendekati daerah berbahaya.

Namun, kombinasi kecepatan pesawat dan jarak yang terlalu pendek membuat pilot tidak berhasil menghindar. Tidak ada yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut. Otoritas Selandia Baru menyatakan kecelakaan tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah penerbangan Negeri Kiwi.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya