GEORGIA – Empat bulan setelah mengumumkan bahwa ia sedang melawan kanker, mantan presiden Amerika Jimmy Carter mengatakan kepada anggota gerejanya di Plains, Georgia, Amerika Serikat (AS) bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kanker yang mengancam jiwanya.
Berbicara melalui telepon dengan VOA, seorang anggota gereja Maranatha Baptist yang juga sahabat karib Jimmy Carter, Jill Stuckey, mengatakan mantan presiden itu mengatakan kepada ratusan orang bahwa beberapa uji medis yang dilakukan minggu ini tidak menunjukkan adanya melanoma, yang didiagnosa diidapnya awal tahun ini.
“Suasananya jadi riuh-rendah begitu ia mengatakan hal itu. Semua orang mulai bertepuk tangan. Senyum Carter yang terkenal itu pun tersungging di wajahnya. Itu merupakan saat yang sangat menggembirakan. Hadiah Natal terbaik yang pernah kami peroleh,” ujar Stuckey.
Dalam konferensi pers bulan Agustus lalu, Carter menjelaskan bahwa setelah sebagian hatinya dioperasi, tim dokter juga menemukan empat kanker kecil di otaknya. Radiasi dan pengobatan pun dilakukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya melawan kanker.
Dalam pernyataan kepada media November lalu, LSM Carter Center yang berkantor di Atlanta mengumumkan “beberapa uji medis menunjukkan tidak adanya kanker baru dan gejala penyakit yang dideritanya mulai hilang setelah perawatan”.